Langsung ke konten utama

Postingan

Puisi Dibalik Rona Senja

Dibalik Rona Senja Karya Septa Mila Sari Senja mulai menanggalkan rona jingga Tenggelam dalam poros cahayanya Memekur jiwa  merundung nestapa Senja mengundang malamnya Menekuk muka tiada merahsa Tiada lagi membumbung asa Meski desau serayu gencar menggoda Pada pekatnya malam daku mendoa Daku pernah bersandar pada tali-tali bulan purnama Berdansa tanpa cahaya Berjalan tiada tahu arah Sejarah hitam tiada hendak ia dilupa Tertempurung bagai katak tiada guna Melepas kembali terikat Argg semestinya kau bertanya, Mengecup sajadah berapa kali jumlahnya? Bukankah daku lebih banyak bercinta dengan dunia? Lebih sering bercumbu dengan harta Menari bahagia bagai amnesia Melupa rupiah siapa punya hakikatnya Selagi kau bagiku berwarna Salurkan warnanya selamatkan jiwa Sepanjang langkah kakimu masih menurut kompas Jangan hendak sekalipun melepas Pedang, 22 November 2018

Puisi tema gersang

GERSANG -Septa Mila Sari- Aku dihisap lumpur sepi  Berupaya menahan rindu Ilahi  Kini ku pasrah diri Bagaikan nyawa hendak pergi Raga dan kalbu menggersang  Dedaunan hingga ranting berterbang  Tekad bertaubat mulai datang Terbungkam dosa bisa hilang Hujan-Nya dingin membasahi badan Menggelontorkan segala dosa kegelapan Pandangan akan masa depan Merayu atmaku, dilema menghantam Jutaan dosa tiada terjumlah Layani emosi nikmatnya menipu Terkuras rupiah tanpa faedah Duniaku suram diliput sendu Pedang, 10 November 2018 #PejuangLiterasiPenyairIndonesia#AmilaNurjanah#BellaVitaArdana#RumpangAksara#Puisi#Taubat

Kolab Puisi Eksistensi Pemuda

🌱Kolaborasi Puisi Season 13 Komunitas Peking Literasi Penyair Indonesia🌱 🌺Judul : Semangat Pemuda-Pemudi 🌺Tema : Eksistensi Pemuda Indonesia 🌺Nama Grup : The_SeRIES 🌺Isi : Derap langkah tertatih-tatih kala itu Penuhi semangat juang yang menggemuruh Tekad dan niat bersemayam dalam kalbu Demi menyatukan segala penjuru Kini tak ada lagi senjata, tak ada lagi darah berceceran Kini yang ada ialah perjuangan melawan kebodohan! Belajar dan belajar jadi bukti eksistensi para pemuda Demi meraih masa depan yang sejahtera 🇲🇨 Rahajeng Mifta_Malang 🇲🇨 Pemuda dan pemudi bersaing dengan sehat Meski masih ada yang bermain tipu muslihat Pemuda dan pemudi saling mengasah diri Persiapkan diri tuk hadapi globalisasi Buah karet dirangkai menjadi mainan eksotis Beras dan kacang disulap jadi hiasan yang manis Remaja Indonesia mulai berpikir inovatif Sosial media  menjadi  penyalur ide kreatif 🇲🇨 Septa Mila Sari_Muara Beliti 🇲🇨 Kami berdiri di sini Meraih m...

Puisi tema politik

Syair Sebuah Realita Karya Septa Mila Sari Dari teras warung kopi sederhana Politikus menggencarkan aksinya Mencoba akrab pada pemuda Sekalian merebut hati orang tuanya Atas nama panggung kehidupan berwarna Koar mereka seolah akan nyata Namun, coba kau lihat saja! Beginilah realita yang ada Mengais sampah demi botol aqua Mencari rupiah tuk sambung nyawa Berpuasa kita siang dan malamnya Berpesta mereka tiap minggunya! Berdasi berjas rapi angguk kepala Mengongkang kaki menggebrak meja Konferensi terlelap mata Aspirasi kita, kemanakah ia? Bertopeng kian tebal sahaja Agar mereka tak lihat caping kita Agar kita tak tahu siapa mereka Yang harusnya jadi penyambung suara Pedang, 13 Oktober 2018

Di Pinggir Jalan Lampu Merah

Di Pinggir Jalan Lampu Merah Sesi I -Septa Mila Sari- Semilir angin di malam sabtu Telah kirimkan buletin perihal pilu Rumah-rumah nampak bergetar hebat Masjid pun rusak dengan dahsyat Kami tak ada di sana, Namun luka mereka tersampaikan ke Sumatera Bulir bening menetes tanpa permisi Duka menyelimuti penjuru negeri Kami hanya mampu membawa sebuah kardus di dada Berharap recehan ataupun lembar rupiah diletakkan di sana Kami hanya anak kecil  dengan almamater biru Yang hanya mampu berdoa di kala tunaikan lima waktu Pada pinggir jalan lampu merah Kami mengetuk hati para manusia Meski kadang lambaian tangan yang diterima Kami ikhlas demi Kota Palu tercinta Pedang,  29 September 2018 Note : Dilarang keras memplagiat puisi ini! Puisi ini telah dibukukan dalam antologi puisi berjudul *Rindu yang Entah*

Puisi tema hati.

❤Nama Grup: Pejuang Hati (Grup Orange) ❤ Anggota : Aminah, Sandi Wan Putra, Saepul Amin, Septa Mila Sari, ❤Judul : Sajak Penantianku ❤Isi : Bagaimana aku melukiskan semuanya? Tentang raga yang menanti dengan gelisah Tentang jiwa yang teramat merindukan rupa Tentang hati yang tetap mencintainya Rinduku di rotasi waktu Cintaku terhalang jarak jauh Mampukah aku menahan itu? Sedangkan kekhawatiran selalu menghantuiku Rinai malam ini menambah kental pada sunyi Jangkrik bernyanyi menghibur kalbu yang sepi Bertanya aku pada cermin mini Masihkah ia mencintai? Harap ku dalam pada sunyi Rintihan lirih di dasar hati Mencoba tuk memahami ini Semoga kasih tak lari ke lain hati. Hari-hari pun terus berganti Membiarkanku menunggu seorang diri Dalam sunyi berteman sepi Dalam diam berteman kenangan Pada sunyi yang bercinta dengan rinai hujan malam ini Aku bertanya pada potret kita di layar lima inchi Bagaimana akhir penantian ini? Akankah engkau kembali? Hingga kuncup...

Uchiha Itachi

Sajak Sang Pengabdi Konoha -Septa Mila Sari- Aku Sang Pengabdi Konoha, Harus memilih adik yang ku sayang ataukah uchihaku Bila uchihaku tetap berjaya, adikku kehilangan nyawa Uchiha adalah duniaku, Namun Sasuke adalah hidupku! Bagaimana aku bisa membunuh saudara satu clanku? Membunuh ayah dan ibuku, Termasuk membunuh gadis idaman hatiku, Apakah aku mampu dibenci adikku? Tolong jawab aku! Aku harus rela berlumuran darah Dan dicap sebagai pengkhianat konoha Demi hidup adikku tercinta Terbantailah clan uchiha! Mangekyo sharingan inilah yang menjadi kunci sejarah Pedang, 20 Oktober 2018